Pandangan Cendekiawan Muslim Klasik Terkait Dengan Akal

Authors

  • Sakban Lubis Author
  • Rustam Ependi Author

DOI:

https://doi.org/10.62712/jurpai.v1i1.2

Dimensions

Keywords:

Akal, Cendekiawan Muslim klasik, Filsafat Islam, Wahyu, Epistemologi

Abstract

Konsep akal dalam tradisi Islam klasik menjadi tema sentral dalam diskursus filsafat, teologi, dan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pandangan para cendekiawan Muslim klasik mengenai akal, fungsi dan perannya dalam memahami wahyu, serta kontribusinya dalam membentuk fondasi epistemologi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka terhadap karya-karya utama tokohtokoh seperti Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Taimiyah. Hasil awal menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara pendekatan rasional filosofis dan pendekatan sufistik-salafi dalam memahami peran akal. Sekitar 75% teks rujukan menunjukkan bahwa akal diposisikan sebagai alat vital dalam memahami kebenaran, namun tetap dalam kerangka keterbatasannya dibandingkan wahyu. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang utuh terhadap konsep akal dalam Islam dan relevansinya dalam dialog antara nalar dan spiritualitas di masa kini. 

References

Baharuddin. (2004). Paradigma psikologi Islam: Studi tentang elemen psikologi dan Al-Qur’an. Pustaka Pelajar.

Fāris, A. al-H. A. bin F. bin Z. (n.d.). Mu’jam maqāyis al-lughah* (Edisi II, Juz IV) [Versi CD]. Al-Maktabah al-Syāmilah.

Hanafi, H. (2000). Islam wahyu sekuler: Gagasan kritis Hasan Hanafi. Instad.

Hanafi, H. (2001). Apa arti Islam kiri. Dalam K. Shimogaki, Kiri Islam antara modernisme dan postmodernisme* (Cet. V). LKIS.

Hanafi, H. (2003). Bongkar tafsir: Liberalisme, revolusi, hermeneutika (Cet. I). Pustaka Utama.

Nasution, H. (1986). Akal dan wahyu dalam Islam. UI Press.

Nasution, H. (2011). Falsafat dan mistisisme dalam Islam. Bulan Bintang.

Pasiak, T. (2002). Revolusi IQ/EQ/SQ: Antara neurosains dan Al-Qur’an. Mizan.

Poerwantana. (1994). Seluk beluk filsafat Islam. PT Remaja Rosdakarya.

Rahman, F. (1985). Islam dan modernitas (A. Muhammad, Penerj.; Cet. I). Pustaka.

Rahman, F. (2003). Kontroversi kenabian. Mizan.

Al-Rāziy, I. M. F. al-D. (1990). Tafsīr al-Fakhr al-Rāziy al-musytahir bi al-tafsīr al-kabīr wa mafātīh al-ghaib. Dār al-Fikr.

Shihab, M. Q. (1994). Membumikan Al-Qur’an. Mizan.

Syarif, M. M. (1994). Para filosof Muslim (Cet. VII). Mizan.

Wibisono, H. A. F. (2009). Pemikiran para lokomotif pembaharuan di dunia Islam. Rabbani Press.

Asy-Syariah. (2015, May 6). http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=172

Downloads

Published

2025-09-17

How to Cite

Pandangan Cendekiawan Muslim Klasik Terkait Dengan Akal. (2025). Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 5-8. https://doi.org/10.62712/jurpai.v1i1.2

Most read articles by the same author(s)