Nilai Tawassuth Dalam Pendidikan Islam Perspektif KH. Abdul Wahab Hasbullah Dan Relevansinya Terhadap Penguatan Moderasi Beragama Di Era Digital

Authors

  • Mukhlasin Universitas Al-Falah As-Sunniyah Author
  • Achmad Taufiq Universitas Al-Falah As-Sunniyah Author
  • Abdus Salam Universitas Al-Falah As-Sunniyah Author
  • Akhmad Zaeni Universitas Al-Falah As-Sunniyah Author
  • Muhammad Tis Asuh Shobirin Universitas Al-Falah As-Sunniyah Author

DOI:

https://doi.org/10.62712/jurpai.v2i2.72

Keywords:

Tawassuth, Pendidikan Islam, KH. Abdul Wahab Hasbullah, Moderasi Beragama, Era Digital

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep tawassuth dalam pemikiran KH. Abdul Wahab Hasbullah serta relevansinya terhadap penguatan moderasi beragama di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang membahas pemikiran KH. Abdul Wahab Hasbullah serta konsep moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawassuth merupakan prinsip dasar dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah yang menekankan sikap moderat, seimbang, toleran, dan adil. Dalam perspektif KH. Abdul Wahab Hasbullah, nilai tawassuth menjadi fondasi penting dalam pendidikan Islam untuk membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman agama yang proporsional dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural. Di era digital, nilai tawassuth memiliki relevansi yang tinggi dalam menghadapi tantangan intoleransi, radikalisme, dan penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi. Oleh karena itu, integrasi nilai tawassuth dalam pendidikan Islam menjadi strategi penting dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga persatuan bangsa.

References

Agus Arifand, Salsabila Enggar Fathikasari, Meytri Kurniasih, Novi Fitriyani Rahmadani, Aprilia Putri, Agus Andrian Setiawan, Aissya Shifa Oktania, & Adelia Eka Rachmadian. (2023). Membangun Harmoni Dan Toleransi Melalui Moderasi Beragama. Ta’rim: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 4(2), 164–177. https://doi.org/10.59059/tarim.v4i2.136

Arief, M., & Humaidi, M. N. (2025). Pembentukan Moderasi Beragama Melalui Penguatan Sikap Toleransi Antar Umat Beragama Di Pondok Pesantren Assalam Manado. Studia Religia : Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 9(01), 73–81. https://doi.org/10.30651/sr.v9i01.25545

Barus, E. P. B., Zulfan, & Hasanuddin, M. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik di Era Digital. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(3), 94–102. https://doi.org/10.62712/jurpai.v1i3.24

Ilyas, I. S. A. (2023). Agama Dan Relasi Budaya Dalam Islam: Menjelajahi Peran Penting Budaya Dalam Pembentukan Identitas Keagaman. Al-Aufa: Jurnal Pendidikan Dan Kajian Keislaman, 5(2), 113–133. https://doi.org/10.32665/alaufa.v5i2.1667

Khodijah, S., Sitha, N. S., & Syafawi, R. (2025). Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Etika Sosial Siswa di Lingkungan Sekolah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 31–38.

Masfufah, M. (2024). Pendampingan Siswa dalam Membangun Sikap Moderasi Beragama melalui Pembelajaran Kritis dan Kontekstual. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 152–164.

Maulidatuzzahro’, & Saeful Anam. (2025). Konstruksi Pemikiran Azyumardi Azra Pada Pendidikan Islam Pesantren Dalam Memberikan Kontribusi Perkembangan Islam Moderat. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 179–187. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.997

Moch Zainal Arifin Hasan, & Muhammad Rizal Ansori. (2024). Implikasi Pembelajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah Terhadap Penguatan Moderasi Beragama. Journal of Contemporary Islamic Education, 4(1), 86–102. https://doi.org/10.25217/jcie.v4i1.4363

Rizki, C. A., Khodijah, S., & Prayoga, A. A. (2025). Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikulturalisme di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(3), 74–84. https://doi.org/10.62712/jurpai.v1i3.13

Rusdiyanti, S., Hutagalung, B., Afandi, R., Firmansyah, S. M., & Radianto, D. O. (2023). Pentingnya Literasi Informasi dalam Menghadapi Tantangan Informasi Palsu (Hoaks). Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 2(3), 395–400. https://doi.org/10.37676/mude.v2i3.4321

Sagala, K., Naibaho, L., & Rantung, D. A. (2024). Tantangan Pendidikan karakter di era digital. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 6(01), 1–8. https://doi.org/10.53863/kst.v6i01.1006

SANTOSO, A. P. A., & Habib, M. (2023). Relasi Filsafat Ilmu, Hukum, Agama Dan Teknologi. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 7(1). https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4146

Sarfia, Three Millenium Waruwu, A., Kurniawan, J., & Tan, T. (2024). Sikap Etis Kristen Terhadap Konflik Agama Di Indonesia. Matheteuo, 4(2), 1–11. http://ejournal.iaknkupang.ac.id/ojs/index.php/teuo

Shofiyah, R., & Hamidah, T. (2024). Implementasi Maqoshid Syariah al-Syatibi dalam Tajdidun Nikah untuk Mencapai Rumah Tangga yang Harmonis. Wasathiyah: Jurnal Studi Keislaman, 5(2), 11–20.

Wijaya, C. (2025). Forum Kerukunan Umat Beragama. Narasi: Jurnal Komunikasi Dakwah Dan Perkembangan Masyarkat Islam, 1(1), 9–17.

Published

2026-05-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Nilai Tawassuth Dalam Pendidikan Islam Perspektif KH. Abdul Wahab Hasbullah Dan Relevansinya Terhadap Penguatan Moderasi Beragama Di Era Digital. (2026). Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 136-146. https://doi.org/10.62712/jurpai.v2i2.72

Most read articles by the same author(s)